Selasa, 24 Maret 2009

Tugas Metodologi Penelitian Kuantitatif



NAMA : RUDIANSYAH HARAHAP
NIM : 310523631
FAK/JUR : TARBIYAH/ PAI-4
SEM : VII
UJIAN : METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF

1. Tuliskan perbedaan penelitian Kuantitatif dengan Kualitatif menurut 3 orang ilmuan, dan tuliskan pendapat saudara tentang urgensi penelitian dalam perguruan tinggi ?
2. Tuliskan keterkaitan antara latar belakang masalah, tujuan penelitian, dan kesimpulan hasil penelitian, dan tuliskan 3 pendapat ilmuan tentang pengertian masalah dalam penelitian ?
3. Tuliskan isi proposal bab 3 penelitian saudara, dan tuliskan pendapat ilmuan tentang metodologi penelitian kuantitatif (3 orang ilmuan) ?

Jawaban

1. Menurut Jonathan Sarwono (Perbedaan Dasar Antara Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif), bahwa perbedaan penelitian kuantitatif dengan kualitatif dibedakan menjadi 9 perbedaan yaitu :
1. konsep yang berhubungan dengan pendekatan
Pendekatan kuantitatif mementingkan adanya variabel-variabel sebagai obyek penelitian. Sedangkan Penelitian Kualitatif menekankan pada makna, penalaran, defenisi suatu situasi tertentu, lebih banyak meneliti hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.
2. Dasar teori
Penelitian Kuantitatif dasar teorinya disebut dengan fungsionalisme struktural, realisme, positivisme, behaviourisme dan emperisme yang intinya menekankan pada hal-hal yang bersifat konkrit, uji empiris dan fakta-fakta yang nyata. Sedangkan Penelitian Kualitatif dasar teorinya ialah adanya interaksi simbolik dari suatu gejala dengan gejala lain yang ditafsir berdasarkan pada budaya yang bersangkutan dengan cara mencari makna semantis universal dari gejala yang sedang diteliti.
3. Tujuan
Penelitian Kuantitaif bertujuan untuk menguji teori, membangun fakta, menghubungkan antar variabel, memberikan deskripsi statistik, menaksir dan meramalkan hasilnya. Sedangkan Penelitian Kualitatif bertujuan untuk mengembangakan pengertian, konsep-konsep, yang pada akhirnya menjadi teori.
4. Desain
Penelitian Kuantitatif desainnya harus terstruktur, baku, formal dan dirancang sematang mungkin sebelumnya. Sedangkan Penelitian Kualitatif desainnya bersifat umum, dan berubah-ubah/ berkembang sesuai dengan situasi di lapangan.
5. Data
Penelitian Kuantitatif, datanya bersifat kuantitatif/ angka-angka statistik ataupun koding-koding yang dapat dikuntifikasi. Sedangkan Penelitian Kualitatif datanya bersifat deskriftif, maksudnya data dapat berupa gejala-gejala yang dikategorikan ataupun dalam bentuk lainnya, seperti foto, dokumen, artefak dan catatan-catatan lapangan pada saat penelitian dilakukan.
6. Sampel
Penelitian Kuantitatif jumlah sampelnya besat. Sedangkan Penelitian Kualitatif tidak memakai sampel.
7. Teknik
Penelitian Kuantitatif menggunakan teknik yang berbentuk observasi struktur, servei dengan menggunakan kuesioner dan eksperimen. Sedangkan Penelitian Kualitatif menggunakan teknik observasi.
8. Hubungan dengan yang diteliti
Penelitian Kuantitatif mengambil jarak dengan yang diteliti. Sedangkan Penelitian Kualitatif tidak mengambil jarak dengan yang diteliti.
9. Analisa data
Penelitian Kuantitatif bersifat deduktif, uji empiris teori yang dipakai dan dilakukan setelah selesai pengumpulan data secara tuntas dengan menggunakan sarana statistik, seperti korelasi, uji, analisa varian dan covarian, analisa faktor, regresi linear. Sedangkan Penelitian Kualitatif bersifat induktif dan berkelanjutan yang tujuan akhirnya menghasilkan pengertian-pengertian, konsep-konsep danpembangunan suatu teori baru. (http://js.unikom.ac.id/kualitatif/beda.html)
Menurut Glesne dan Peshkin (1992) perbedaan mendasar antara penelitian kuantitatif dengan kualitatif dapat dibedakan melalui empat aspek :
1. Asumsi
Penelitian Kuantitatif memiliki ciri khas berhubungan dengan data numerik dan bersifat obyektif. Sedangkan Penelitian Kualitatif cenderung menggunakan data teks yang bersifat subyektif.
2. Tujuan Penelitian
Penelitian Kuantitatif memiliki tujuan menjeneralisasi temuan penelitian sehingga dapat digunakan untuk memprediksi situasi yang sama pada populasi lain. Sedangkan Penelitian Kualitatif digunakan untuk menjelaskan realitas secara kontekstual, interpretasi terhadap fenomena yang menjadi perhatian peneliti dan memahami perspektif partisipan terhadap masalah kesehatan.
3. Pendekatan
Penelitian Kuantitatif dimulai dengan teori dan hipotesis. Sedangkan Penelitian Kualitatif tidak memerlukan hipotesis.
4. Peran Peneliti
Penelitian Kuantitatif, peneliti secara ideal berlaku sebagai observer subyek penelitian yang tidak terpengaruh dan memihak (obyektif). Sedangkan Penelitian Kualitatif justru memerlukan keberpihakan dan keterlibatan peneliti agar ia dapat memahami (empati) situasi partisipan penelitian secara holostik. (http://bondanriset.blogspot.com/2006/10/penelitian-kuantitatif-versus.html)

Menurut Jack R. Fraenkel & Norman E. Wallen (1993 :380), mengemukakan perbedaan penelitian kualitatif dengan kuantitatif . (http://sertifikasiguruipa.blogspirit.com/media/01/10/28619e13c1be86da97415365dbb3e715.doc)
No Metode Kuantitatif Metode Kualitatif
1 Menggunakan hipotesis yang ditentukan sejak awal penelitian Hipotesis dikembangkan sejalan dengan penelitian/saat penelitian
2 Defenisi yang jelas dinyatakan sejak awal Defenisi sesuai konteks atau saat penelitian berlangsung
3 Reduksi data menjadi angka-angka Deskripsi naratif/kata-kata,ungkapan atau pernyataan
4 Lebih memperhatikan reliabilitas skor yang diperoleh melalui instrumen penelitian Lebih suka menganggap cukup dengan reliabilitas penyimpulan
5 Penilaian validitas menggunakan berbagai prosedur dengan mengandalkan hitungan statistik Penilaian validitas melalui pengecekan silang atas sumber informasi
6 Menggunakan deskripsi prosedur yang jelas Menggunakan deskripsi prosedur secara naratif
7 Sampling random Sampling purposive
8 Desain/ kontrol statistik atas variabel eksternal Menggunakan analisis logis dalam mengontrol variabel ekstern
9 Menggunakan desain khusus untuk mengontrol bias prosedur Menggunakan penelitian dalam mengontrol bias
10 Menyimpulkan hasil menggunakan statistik Menyimpulkan hasil secara naratif/kata-kata
11 Memecah gejala-gejala menjadi bagian-bagian untuk dianalisis Gejala-gejala yang terjadi dilihat dalam perspektif keseluruhan
12 Memanipulasi aspek, situasi atau kondisi dalam mempelajari gejala yang kompleks Tidak merusak gejala-gejala yang terjadi secara alamiah/membiarkan keadaan aslinya

# Urgensi Penelitian dalam Perguruan Tinggi
Menurut saya penelitian (research) sangat penting dalam sebuah perguruan tinggi, sehingga sering kita dengar bahwa salah satu dari tri darma perguruan tinggi itu ialah penelitian (research), jadi setiap mahasiswa yang duduk di bangku perkuliahan akan mengadakan yang namanya penelitian, dan adapun kegunuaan dari penelitian ini dalam sebuah perguruan tinggi yaitu untuk menemukan, artinya bagaimana seorang mahasiswa berusaha untuk menemukan suatu masalah dalam suatu masyarakat atau instansi-instansi, kemudian mengembangkan artinya bagaimana seorang mahasiswa dapat mengembangkan dari permasalahan tersebut, apa yang membuat sesuatu itu jadi masalah apa faktor-faktornya dan bagaimana solusi untuk mengatasi masalah tersebut, setelah dikembangkan kemudian menguji kebenaran suatu pengetahuan artinya masalah tersebut di uji kebenarannya dengan menggunakan metode ilmiah.
Dengan kata lain bahwa penelitian itu merupakan sarana memperoleh dan mengembangkan ilmu yang tidak bisa diabaikan proses kelangsungannya.
2. Keterkaitan antara LBM, Tujuan Penelitian dan Kesimpulan Hasil Penelitian, Latar Belakang Masalah adalah uraian masalah-masalah yang terjadi dilokasi penelitian, sedangkan tujuan penelitian yaitu jawaban sementara dari latar belakang masalah, jadi kaitan antara Latar belakang masalah dengan tujuan penelitian adalah masalah dapat dijawab dengan membuat tujuan penelitian masalah itu. Sedangkan kaitan antara LBM, Tujuan Penelitian dengan Kesimpulan Hasil Penelitian adalah merupakan jawaban yang sebenarnya dari LBM dan Tujuan penelitian karena di dalam hasil itu diuraikan faktor masalahnya kemudian solusinya.

• Pendapat Ilmuan tentang Pengertian Masalah Penelitian :
1. Kerlinger, (1973 : 16) mengemukakan bahwa masalah penelitian merupakan pertanyaan-pertanyaan yang dicoba untuk ditemukan jawabannya. (Salim, Syahrum, Metodologi Penelitian Kualitatif, 186)
2. Menurut Henny Kartika ia mengemukakan bahwa pengertian secara umum, masalah penelitian adalah suatu pertanyaan atau pernyataan yang menyatakan tentang situasi yang memerlukan pemecahan melalui penelitian, atau kepututsan atau perlu didiskusikan. Secara spesifik, masalah penelitian merupakan pertanyaan yang menanyakan hubungan antara variabel penelitian. (http://hennykartika.wordpress.com/2008/01/27/perumusan-masalah/)
3. Menurut Salim dan Syahrum masalah penelitian itu ialah pertanyaan-pertanyaan mengenai persoalan-persoalan yang dihadapi manusia dalam kehidupannya.

3. Isi proposal bab 3 tentang Pengaruh Pengetahuan Akhlak Siswa Terhadap Akhlak Siswa di SMPN 11 Padangsidimpuan :
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada SMPN 11 Padangsidimpuan. Penentuan lokasi ini berdasarkan atas pertimbangan kemudahan, keterbatasan dana dan tenaga yang tersedia dalam penelitian ini. Subjek penelitian ini adalah siswa SMPN 11 Padangsidimpuan.
B. Metode Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan teknik statistik yang bersifat deskriftif dan inferensial untuk deskriftif menggunakan teknik persentase, mean dan standar deviase. Sedangkan untuk inferensial menggunakan korelasi dan regresi, yaitu untuk melihat hubungan dan kontribusi variabel X dengan variabel Y. penelitian deskriptif menggambarkan fakta-fakta apa adanya. Fakta ini diteliti untuk melihat bagaimana pengamalan akhlak siswa SMPN 11 Padangsidimpuan dan apakah terdapat korelasi yang signifikan, maka untuk melihat berapa besar sumbangannya, digunakan regresi.
C. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi penelitian ini ialah siswa kelas VIII dan IX SMPN 11 Padangsidimpuan. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan terdapat jumlah populasi 245 orang.
2. Sampel
Untuk menentukan besarnya sampel dalam penelitian ini maka peneliti menggunakan rumus Suharsimi Arikunto. Suharsimi mengambil sampel apabila populasi di bawah 100 maka diambil semuanya sebagai sampel, namun apabila populasi lebih dari 100 maka sampelnya diambil 10-15% atau 20-25%.
Keadaan Populasi siswa SMPN 11 Padangsidimpuan
No Kelas Jumlah
1 Kls VIII 118
2 Kls IX 127
Jumlah 245
Jadi untuk menentukan sampel dari penelitian ini yaitu :
10 x 245 =25
100
Maka sampel dari penelitian ini yaitu 25 orang dari 245 populasi.

D. Defenisi Operasional
Defenisi operasional kedua variabel dalam penelitian ini adalah :
1. Pengetahuan Akhlak
Pengetahuan akhlak yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pengetahuan akhlak dan pengamalan akhlak. Indikator pengetahuan akhlak ini adalah tentang :a) Penyampaiannya, materi pelajarannya, prilaku siswa.
2. Pengamalan Akhlak
Pengamalan akhlak yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pengamalan siswa terhadap pengetahuan akhlak yang telah diajarkan di sekolah. Terlaksana atau tidaknya akhlak siswa ini terdiri dari perilaku-perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Perilaku tersebut dapat berupa perbuatan/perkataan, tingkah laku dalam kehidupannya sehari-hari.
E. Instrumen Penelitian
Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah kuesioner yang disusun menurut pola skala Likert dengan 4 alternatif jawaban yaitu : Sangat Tidak Setuju (STS), Tidak Setuju (TS), Setuju (S), dan Sangat Setuju (SS). Untuk butir pertanyaan yang bersifat positif, jawaban Sangat Tidak Setuju diberi skor 1, Tidak Setuju diberi skor 2, Setuju diberi skor 3, Sangat Setuju diberi skor 4.
Untuk butir pertanyaan yang negatif, jawaban Sangat Tidak Setuju diberi skor 4, Tidak Setuju diberi skor 3, Setuju diberi skor 2, dan Sangat Setuju diberi skor 1.
F. Teknik Pengumpulan Data
Adapun langkag-langkah yang ditempuh dalam pengumpulan data adalah sebagai berikut : pertama-tama sekali diurus surat izin melakukan penelitian ke SMPN 11 Padangsidimpuan. Setelah memperoleh surat izin tersebut, peneliti langsung menjumpai para siswa yang dijadikan sample penelitian. Penulis menemukan respon secara langsung dan menyerahkan instrumen (angket) untuk di isi.
G. Analisis Data
Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan berbagai teknik statistik. Analisis data dilakukan dengan bantuan program komputer untuk pengujian-pengujian sebgai berikut :
1. pengujian persyaratan analisis
a. Dua variabel yang dikorelasikan terdiri dari variabel interva atau ratio
b. Uji normalitas
Uji normalitas dimaksudkan untuk memeriksa apakah data populasi berdistribusi normal atau tidak. Pengujian ini diperlukan untuk mengetahui apakah pemakaian teknik analisis cocok dipergunakan untuk data penelitian ini. Uji normalitas menggunakan teknik kolkogorof-smirnov.
2. Pengujian Hipotesis
a. Hipotesis 1 diuji dengan teknik korelasi sederhana Product moment oleh Person
b. hipotesis 2 diuji dengan teknik korelasi ganda
c. korelasi persial. Perhitungan ini dimaksudkan untuk melihat apakah terdapat hubungan antara variabel X dengan Y dalam keadaan konstant.

# Pendapat Ilmuan Tentang Metodologi Penelitian Kuantitatif:
1. Menurut Syahrum dan Salim metodologi penelitian kuantitatif adalah sebuah materi pengetahuan untuk mendapatkan pengertian yang lebih dalam mengenai sistematisasi atau langkah-langkah keadaan.
2. Karlinger dalam Creswell (1994 :82) mengemukakan bahwa Metodologi Penelitian Kuantitatif ialah suatu perangkat variabel (konstruk) yang saling berhubungan, defenisi dan proposisi yang menghadirkan pandangan sistematik tentang fenomena dengan hubungan khusus di antara beberapa variabel, dengan tujuan menjelaskan fenomena alamiah. (Salim, Syahrum, Metodologi Penelitian Kualitatif, 2007 ;110)
3. Di dalam buku Metodologi Penelitian Kuantitatif karangan Salim dan Syahrum (2007 :30) bahwa metodologi penelitian kuantitatif adalah cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data, yang dikembangkan untuk memperoleh pengetahuan dengan menggunakan prosedur yang reliabel dan terpercaya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar